Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Hukum » Skandal Toko Kelontong Rutan Sumenep Diduga Jadi Ladang Bisnis Oknum

Skandal Toko Kelontong Rutan Sumenep Diduga Jadi Ladang Bisnis Oknum

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
  • visibility 136

SUMENEP – Lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi benteng moral dan tempat pembinaan narapidana, bukan disulap menjadi pusat bisnis gelap berkedok pembinaan. Namun realita pahit terungkap di Rutan Kelas IIB Sumenep. SENIN, 28/7.

Bangunan semi permanen berbentuk toko kelontong kini berdiri mencolok di area pelayanan rutan, tanpa papan informasi, tanpa transparansi, dan penuh misteri—menyisakan pertanyaan tajam: siapa yang bermain?

Alih-alih memprioritaskan pembinaan dan pelayanan publik, kepemimpinan Karutan baru justru membiarkan praktik yang rawan disalahgunakan ini terus berjalan. Aktivitas ekonomi yang tak jelas dasar hukumnya ini malah mengaburkan batas etika lembaga negara dan membuka ruang kecurigaan atas praktik rente terselubung.

“Kalau mau cari untung, jangan jadikan lembaga pemasyarakatan sebagai dagangan. Ini negara, bukan kios pribadi!” tegas IB, salah satu aktivis hukum Sumenep, 28/7/2025).

Pantauan di lapangan, toko tersebut menjajakan kebutuhan pokok layaknya minimarket, namun ironisnya, tak ditemukan satu pun informasi resmi mengenai izin, mekanisme pengelolaan, atau pertanggungjawaban keuangannya. Tidak ada papan nama. Tidak ada SK operasional. Tidak ada transparansi.

“Warung ini berdiri di atas saluran irigasi, di tanah milik negara, dan di dalam lingkungan rutan. Ini jelas pelanggaran. Siapa yang izinkan? Untuk siapa keuntungannya?” ujar sumber lain yang menolak disebutkan namanya.

Rutan Atau Ruang Dagang?

Publik patut bertanya:

  • Apakah toko ini legal secara kelembagaan?
  • Apakah keuntungannya masuk kas negara atau kas oknum?
  • Siapa yang mengelola? Napi, petugas, atau keluarga Karutan?

Jika tidak segera diaudit, praktik seperti ini bisa menjadi bom waktu di institusi penegak hukum lainnya. Ini bukan sekadar pembiaran, tapi indikasi mentalitas korup yang telah menyusup ke jantung lembaga negara.

“Kalau lembaga seperti rutan saja sudah bermental pasar gelap, jangan kaget kalau moral bangsa ikut anjlok. Ini bukan pembinaan, ini pembodohan,” kecam warga lainnya dengan nada tinggi.

Etika Negara Dilecehkan

Rutan dibangun dari uang rakyat. Tapi sekarang malah jadi tempat bisnis tertutup yang diduga dimanfaatkan oknum untuk memperkaya diri. Lebih dari sekadar bobrok, ini adalah bentuk pelecehan terhadap etika kelembagaan dan kepercayaan publik.

“Stop bungkus keserakahan dengan narasi pembinaan! Kalau memang peduli warga binaan, berikan pendidikan, bukan etalase dagang,” tandasnya.

Sementara, kepada Diktator.id, DS mantan Napi yang pernah menempati Rutan Sumenep mengatakan bahwa di dalam rutan pun ada kantin yang juga menjual rokok dan dengan harga selangit yang menurutnya dijadikan sebagai lahan bisnis.

“Didalam itu dijadikan sebagai lahan bisnis karena rokok harganya selangit dan mencekik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep belum bisa dimintai klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan resmi tidak membuahkan hasil.

Lembaga yang seharusnya menjadi penjaga moral negara justru mengabaikan moralitas, maka yang rusak bukan hanya sistem, tapi masa depan keadilan itu sendiri.

 

  • Penulis: redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPID Sumenep Pantau Harga Kebutuhan Pokok

    TPID Sumenep Pantau Harga Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Hin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sumenep – Dalam rangka percepatan pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di tingkat pasar dan distributor. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, yang memimpin langsung pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di […]

  • Apel Kebangsaan BNNP Jawa Timur di Pamekasan

    Apel Kebangsaan BNNP Jawa Timur di Pamekasan

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar Apel Kebangsaan pada Senin, 8 Desember 2025 di Lapangan Nagara Bhakti, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah, aparat, serta masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura. Apel kebangsaan tersebut diikuti oleh jajaran BNNP Jawa Timur, aparat TNI/Polri, […]

  • Diduga Jadi Mafia BBM Subsidi di Sumenep, Oknum Polairud AW dan Soleh Diminta Diberi Hukuman Setimpal

    Diduga Jadi Mafia BBM Subsidi di Sumenep, Oknum Polairud AW dan Soleh Diminta Diberi Hukuman Setimpal

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Him
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SMP- Kasus dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mengguncang Sumenep. Publik dibuat geram setelah mencuat dugaan keterlibatan oknum Polairud dan sosok bernama Soleh dalam praktik penyelewengan solar subsidi yang merugikan negara dan rakyat kecil. Desakan agar aparat bertindak tegas pun kian menguat. Aktivis Sumenep, Efendi Perdana, angkat bicara keras. Ia menilai skandal BBM […]

  • Toko Kelontong Rutan Sumenep Tampar Akal Sehat, Wibawa Negara Dipertaruhkan

    Toko Kelontong Rutan Sumenep Tampar Akal Sehat, Wibawa Negara Dipertaruhkan

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    SUMENEP – Lembaga Pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan ladang bisnis. Namun, realita mencengangkan terkuak di Rutan Kelas IIB Sumenep, yang membangun toko kelontong di dalam lingkungan tahanan. Bangunan semi permanen itu tampak berdiri mencolok di area pelayanan, memunculkan pertanyaan tajam: untuk siapa hasil dari bisnis ini? Siapa yang sebenarnya diuntungkan? Alih-alih fokus pada pelayanan […]

  • Canva Latih Ratusan Ribu UMKM dan Kreator Lewat Program Canvassador

    Canva Latih Ratusan Ribu UMKM dan Kreator Lewat Program Canvassador

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta – Platform desain visual Canva terus mendorong pemberdayaan pelaku UMKM di Indonesia melalui pelatihan keterampilan desain digital berbasis konten lokal. Program tersebut dijalankan melalui inisiatif Canvassador, yang menyasar komunitas kreatif hingga pelaku usaha kecil di berbagai daerah. “Kami berharap pelatihan ini tak hanya mengajarkan cara menggunakan Canva, tetapi juga mendorong literasi digital, memantik kreativitas, […]

  • Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor Gula

    Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Impor Gula

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jakarta – Mantan Menteri Perdagangan periode 2015–2016, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus importasi gula di Kementerian Perdagangan pada periode jabatannya. “Menyatakan terdakwa Tom Lembong telah terbukti secara sah dan meyakinkan […]

expand_less