Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode
Beranda » Hukum » Borok Lapas Pamekasan Terkuak: Narkoba, Kamar, hingga Mamin Napi Dipertanyakan

Borok Lapas Pamekasan Terkuak: Narkoba, Kamar, hingga Mamin Napi Dipertanyakan

  • account_circle AMR
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 108

PMK – Dugaan penyelundupan narkoba oleh oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan kembali mengguncang kepercayaan publik. Penjara yang seharusnya menjadi ruang pembinaan justru kembali disorot sebagai tempat rawan praktik gelap yang diduga telah berlangsung lama dan berulang.

Seorang oknum petugas lapas berinisial AK diamankan pada Minggu, 11 Januari 2026, setelah diduga tertangkap tangan hendak menyelundupkan narkoba ke dalam lapas. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Petugas Pengamanan Utama (PPU) dan langsung memicu kegemparan internal.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan, Syukron Hamdani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah tegas dengan melakukan investigasi menyeluruh serta melaporkan kasus itu ke Polres Pamekasan.

“Yang bersangkutan saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara kepegawaian maupun hukum,” ujar Syukron.

Namun, di luar proses hukum yang berjalan, suara kritis datang dari kalangan aktivis. Jauhar Karim, Aktivis Madura, menilai kasus ini bukanlah peristiwa tunggal atau baru, melainkan bagian dari persoalan lama yang belum ada penawar di balik tembok lapas.

Menurut Jauhar, isu ketidakberesan di dalam lembaga pemasyarakatan Pamekasan telah lama menjadi rahasia umum. Dugaan adanya praktik jual beli kamar, fasilitas khusus bagi warga binaan tertentu, hingga peredaran barang haram juga diduga telah bergulir sejak dulu.

“Ini kayak sinetron saja. Lapas, lapas lagi, lapas lagi. Seolah-olah selalu kaget, padahal ya begitulah,” tegas Jauhar.

Tak hanya soal narkoba dan fasilitas, Jauhar juga menyoroti persoalan makanan dan minuman bagi warga binaan yang dinilainya kerap jauh dari kata layak. Ia menyebut keluhan soal kualitas konsumsi di dalam lapas sering terdengar, namun jarang mendapat perhatian serius.

“Masalah makan dan minum juga jangan ditutup-tutupi. Banyak yang mengeluh porsinya kurang, kualitasnya seadanya, bahkan tidak jarang tidak layak. Ini soal hak dasar manusia,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut semakin memperlihatkan ironi di dalam lapas. Di satu sisi, beredar isu fasilitas eksklusif bagi napi tertentu yang mampu membayar, sementara di sisi lain, warga binaan biasa harus bertahan dengan kondisi konsumsi yang minim dan memprihatinkan.

Lebih jauh, Jauhar mengkritik keras pola penanganan yang dinilainya hanya menonjolkan pencitraan. Menurutnya, penindakan kerap terlihat tegas di depan kamera, namun tidak menyentuh akar persoalan di dalam lapas.

“Sekarang ini kebanyakan hanya gaya-gayaan di kamera dan seremonial. Padahal kondisi di dalam itu sangat miris,” katanya.

Kasus di Lapas Pamekasan ini kembali memperkuat sorotan publik terhadap efektivitas pengawasan internal serta komitmen nyata pemberantasan praktik ilegal di lembaga pemasyarakatan. Meski pihak lapas menegaskan kebijakan zero tolerance, masyarakat menuntut pembenahan menyeluruh, bukan sekadar sanksi terhadap oknum.

Sementara itu, proses hukum terhadap oknum petugas AK masih berjalan.

Aparat penegak hukum masih mendalami motif, alur penyelundupan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Skandal ini menjadi alarm keras bahwa tanpa pengawasan ketat dan reformasi sistemik, lapas berpotensi terus menjadi ruang abu-abu—tertutup rapat dari luar, namun sarat persoalan di dalam.

  • Penulis: AMR

Rekomendasi Untuk Anda

  • Google Ancam Gugat Pemerintah Australia Terkait Larangan Medsos untuk Anak

    Google Ancam Gugat Pemerintah Australia Terkait Larangan Medsos untuk Anak

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Diktator.id – Google mengancam akan menempuh jalur hukum jika pemerintah Australia tetap memasukkan YouTube dalam kebijakan larangan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini digadang-gadang sebagai yang pertama di dunia. Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, eksekutif Google dan YouTube menyatakan tengah “mempertimbangkan opsi hukum” bila pemerintah […]

  • Bupati Bangkalan Tinjau Taman Rekreasi Kota

    Bupati Bangkalan Tinjau Taman Rekreasi Kota

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Duta
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Bangkalan – MENJELANG perhelatan akbar Lomba Renang Bupati Cup se-Indonesia, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melakukan peninjauan langsung ke Taman Rekreasi Kota (TRK) yang berada di belakang Stadion Bangkalan, Kamis (24/07). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan selama perlombaan berlangsung. Dalam kunjungannya, Bupati menekankan pentingnya kelayakan dan kelengkapan fasilitas yang tersedia […]

  • Sampang Kembali Raih Predikat Kabupaten Terinovatif

    Sampang Kembali Raih Predikat Kabupaten Terinovatif

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kabupaten Sampang kembali meraih predikat Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025. Prestasi ini menandai kali ketiga Sampang memperoleh penghargaan bergengsi tersebut sejak tahun 2023. Penghargaan IGA 2025 diterima langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi pada acara penganugerahan IGA yang berlangsung di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Bupati Sampang H. […]

  • Rokok Bodong Merek Humer Merajalela: Dari Pamekasan Menjalar ke Sumenep hingga Nasional, Pengawasan Melemah

    Rokok Bodong Merek Humer Merajalela: Dari Pamekasan Menjalar ke Sumenep hingga Nasional, Pengawasan Melemah

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Him
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sumenep– Peredaran rokok bodong merek Humer produksi Pamekasan sangat mengkhawatirkan. Produk tembakau yang diduga tak bercukai resmi ini menyebar luas di Sumenep dan mulai menembus pasar nasional tanpa ada upaya pengendalian yang jelas dari aparat terkait., ( Minggu, 27/07/2025) Warung-warung kecil di pelosok desa, kios di kota, hingga pengecer keliling tak lagi asing dengan merek […]

  • TPID Sumenep Pantau Harga Kebutuhan Pokok

    TPID Sumenep Pantau Harga Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Hin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sumenep – Dalam rangka percepatan pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di tingkat pasar dan distributor. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, yang memimpin langsung pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di […]

  • Pemkab Sampang Targetkan IPS Meningkat

    Pemkab Sampang Targetkan IPS Meningkat

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Jon
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SAMPANG – Dalam rangka penilaian lanjutan untuk mengukur capaian kemajuan penyelenggaraan statistik sektoral, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima visitasi/kunjungan lapangan EPSS, Jum’at (19/7/2024). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPS Kota Mojokerto Mimik Nurjanti, Kepala BPS, Kepala BPS Kabupaten Sampang Agus Puji Raharjo, Perwakilan Bappeda Litbang Sampang, Perwakilan Dinkes Sampang, Perwakilan […]

expand_less